verifikasi

google-site-verification: googlec264d27ca365e62e.html

Jumat, 24 Mei 2019

Perbedaan Asuransi Syariah dengan Asuransi Konvensional dari Segi Risiko dan Keuntungan



Asuransi syariah telah menjadi salah satu produk asuransi yang banyak dibicarakan dalam kalangan masyarakat selama beberapa tahun terakhir. Asuransi ini hadir untuk memenuhi kebutuhan orang-orang yang menginginkan sebuah produk asuransi dengan ketentuan yang sesuai syariah dan halal.
Di Indonesia sendiri, asuransi ini telah banyak tersedia di berbagai produk asuransi jiwa ataupun asuransi kesehatan yang dapat Anda miliki dengan sangat mudah, yaitu melalui perusahaan-perusahaan asuransi swasta. Nah, mungkin beberapa dari Anda masih bingung mengenai perbedaan asuransi konvensional dengan asuransi jenis syariah. Berikut ini merupakan perbedaan dari segi pengelolaan resiko dan keuntungan yang terdapat di antara asuransi syariah dan asuransi konvensional. Simak penjelasannya.
Dari Segi Pengelolaan Risiko
Pada intinya, dalam asuransi ini, sekumpulan orang akan membantu satu sama lainnya dan saling tolong menolong, saling menjamin, maupun saling bekerja sama dengan cara mengumpulkan dana hibah atau disebut dengan tabarru. Anda perlu mempelajari lebih dalam mengenai tabarru sebelum memutuskan untuk memilih asuransi jenis syariah. Hal inilah yang menjadi daya tarik dari asuransi berjenis syariah.
Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa pengelolaan risiko yang dilakukan di dalam asuransi yaitu menggunakan prinsip sharing of risk, artinya risiko dibebankan atau dibagi kepada perusahaan maupun peserta asuransi itu sendiri. Ketentuan ini dapat menguntungkan keduanya ataupun merugikan keduanya, tapi paling tidak cukup adil untuk pembagian riisko.
Sedangkan, pada asuransi konvensional, maka berlaku sistem transfer of risk, artinya risiko dipindahkan atau dibebankan oleh peserta asuransi atau tertanggung kepada pihak perusahaan asuransi yang kemudian bertindak sebagai penanggung di dalam isi perjanjian asuransi tersebut. Oleh karena itu, penting untuk memastikan perjanjian di awal agar tidak terjadi kesalahpahaman.
Dari Segi Pembagian Keuntungan
Pada asuransi ini, semua keuntungan yang telah didapatkan oleh perusahaan terkait dengan dana dari asuransi, akan dibagikan pada seluruh peserta asuransi tersebut. Hal ini berbeda dengan perusahaan asuransi yang konvensional, di mana semua keuntungan yang telah didapatkan akan menjadi hak milik dari perusahaan asuransi tersebut.
Nah, dengan adanya perbedaan keuntungan tersebut, beberapa orang memilih untuk mulai menggunakan asuransi syariah. Penggunaan asuransi jenis syariah maupun asuransi konvensional sebenarnya memiliki besaran premi yang sama dan keamanannya masing-masing pun sesuai dengan prinsip kelola dari masing-masing asuransi.
Dari penjelasan tersebut maka akan terlihat bahwa asuransi syariah memiliki perbedaan dengan asuransi konvensional. Akan tetapi, perbedaan tersebut tidak memiliki sangkut paut dengan besarnya premi yang harus Anda bayarkan maupun keamanan dari polis asuransi jenis syariah maupun asuransi konvensional. Hal ini biasanya orang-orang akan mengambil asuransi ini karena terdapat tanggung jawab agama yang berada di dalam asuransi syariah.





0 komentar:

Posting Komentar